Makna ‘Permata’ Alhambra

Tidak ada pemenang selain Allah . Demikian frase dalam bahasa Arab yang kerap ditemui pada ukiran dinding bangunan bersejarah peninggalan Islam di Andalusia atau Spanyol.

Setidaknya, lebih dari 100 kali tulisan tersebut tercantum sebagai hiasan dinding berbagai bangunan yang ada. Ini bukan tanpa sebab, mengingat frase tadi adalah motto dari Dinasti Nasrid yang pernah berkuasa di Granada, Andalusia, sejak tahun 1238 hingga pengambilalihan oleh Spanyol pada 1492.

Selain itu, tulisan  kebahagiaan abadi , juga turut mendominasi corak ukiran dinding. Ini adalah semacam ungkapan harapan kepada Allah SWT bagi segenap penguasa Granada ketika itu.

Lainnya yakni pesan atau kalimat bijak mengenai esensi kehidupan dan hubungan dengan Sang Pencipta. Semisal,  Berhematlah dalam berkata-kala maka engkau akan menemukan kedamaian atau  bersukacitalah dalam kesenangan karena Allah akan menolongmu.

Demikian sekelumit gambaran keindahan kata, ukiran dan kaligrafi yang terdapat pada bangunan-bangunan Islam di Spanyol. Sayangnya, sebagian besar belum sepenuhnya didalami maknanya, lantaran masih sedikit dilakukan kajian.

Memang, hal tersebutlah yang selama berabad-abad lamanya, membuat para ilmuwan dan peneliti dari seluruh dunia takjub. Kedalaman makna di balik ukiran-ukiran (kaligrafi) di dinding dan di langit-langit Istana Alhambra, benar-benar memesona.

Oleh karenanya, sejumlah peneliti pun berinisiatif untuk membuat katalog sekaligus berusaha menguraikan maksud dari ukiran-ukiran tadi. Dari penjelasan seorang penyidik kajian Arab di Dewan Peneliti Ilmiah di Spanyol, Juan Castilla, amatlah janggal bila di abad 21 ini, belum ada katalog yang komprehensif yang menguak makna di balik ukiran maupun kaligrafi Islam itu.

Para peneliti lantas memakai berbagai perangkat teknologi canggih, antara lain kamera digital serta pemindai laser tiga dimensi. Dengan teknologi ini, memungkinkan para peneliti membaca ukiran itu tanpa perlu menyentuhnya.

Upaya itu tak lepas dari kendala. Banyak kaligrafi di Istana Alhambra yang terdapat di pilar tiang penyangga sehingga menyulitkan untuk dapat dibaca dari bawah. Selain itu, banyak tulisan yang tak sulit dibaca karena para pengukir masa lalu memakai huruf kursif.

Diharapkan, paling tidak katalog nanti dapat merangkum sekitar 65 persen dari ukiran dan tulisan kaligrafi ini. Kemudian, para peneliti akan mencoba menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol pada akhir tahun ini, untuk kemudian dialihbahasakan ke bahasa Prancis dan Inggris.

Proyek tersebut direncanakan rampung tahun 2011, setelah mulai dikerjakan sejak tahun 2002 lalu. Selama kurun waktu itu, sudah sebanyak 3.116 dari 10 ribu tulisan dan ukiran kaligrafi yang diketahui maknanya.

Istana Alhambra dibangun pada abad ke-13 dan berada di wilayah selatan Granada. Istana tersebut merupakan ‘permata bagi Eropa’ dari arsitektur Islam. Kini, istana tersebut dijadikan pusat pariwisata yang paling menyedot perhatian dengan jumlah pengunjung 3,1 juta per tahun.

Sejak tahun 1236 M, kekuasaan Islam di Spanyol kian melemah. Wilayah Muslim yang semula meliputi hampir seluruh semenanjung Iberia, hanya tersisa wilayah Granada yang dipimpin Muhammad ibn Alhamar.

Pada tahun 1497 Kerajaan Islam Granada jatuh ke tangan tentara gabungan kerajaan Aragon dan Castilla (Isabella-Ferdinand). Mereka lantas mengusir orang-orang Islam untuk keluar dari tanah Spanyol. yus/iol

sumber: Republika Newsroom

Pos ini dipublikasikan di Iptek, Islam, Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s