Perasaan Bahagia Jauhkan dari Penyakit Jantung

Kebahagiaan berkaitan dengan kesehatan. Berusaha untuk merasa berhagia dan bersikap positif menghindarkan penyakit jantung, demikian kesimpulan satu kajian

Hidayatullah.com–Para pakar tidak bisa secara tegas membuktikan bahwa kebahagiaan bisa melindungi orang dari penyakit jantung, tetapi mereka mengatakan bahwa manusia harus mampu menikmati hidup.

Mereka mengatakan temuan itu mungkin memang terbatas manfaatnya karena pendekatan masing-masing individu tehadap kehidupan sudah lebih terbentuk dan berbeda.

Pada awal kajian itu, yang diterbitkan dalam European Heart Journal, emosi para peserta dinilai mulai dari perasaan bermusuhan, kekhawatiran hingga pada perasaan senang, semangat dan kepuasan.

Mereka diberi angka dalam skala satu hingga lima untuk emosi positif.

Dari kajian tersebut dikeketahui bahwa sekitar 145 orang menderita sakit jantung – kurang dari 1 setiap 10 orang.
Tim tersebut percaya bahwa orang yang berbahagia memiliki pola tidur yang lebih baik, dan kurang rentan terhadap stress dan lebih mampu melupakan berbagai pengalaman yang tidak menyenangkan.
Kepala peneliti, Dr Karina Davidson, mengakui diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kaitan antara perasaan bahagia dengan penyakit, namun ia tetap menyarankan orang agar mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif.

Santai
Dr Davidson mengatakan orang biasanya sekedar menunggu kesempatan “liburan selama dua minggu untuk bersenang-senang” padahal mereka seharusnya mencari kesenangan setiap hari.

“Jika anda senang membaca novel, tapi tidak pernah melakukannya, maka sediakanlah waktu barang 15 menit untuk membaca.”

“Jika anda senang berjalan kaki atau mendengarkan musik untuk mengubah suasana perasaan anda, maka lakukanlah hal itu secara teratur.”

“Singkatnya berada dalam keadaan yang benar-benar santai dan merasa senang selama beberapa menit setiap hari bagus untuk kesehatan mental dan bisa memperbaiki kesehatan fisik anda.”

Ini bukan merupakan kajian pertama yang mencoba mengaitkan antara kebahagiaan dan kesehatan.
Tetapi Ellen Mason dari Yayasan Jantung Inggirs, mengungkapkan bahwa pengkaitan seperti itu kemungkinan terbatas manfaatnya.

“Kami mengetahui bahwa untuk memperbaiki suasana perasaan atau pikiran anda tidak selalu mudah – jadi kami tidak tahu apakah mungkin untuk mengubah tingkat kepositifan seseorang.”

Ahli jantung Iain Simpson dari Perhimpunan para Ahli Jantung Inggris menambahkan:”Upaya-upaya seperti mengurangi kolesterol dan diabetes lebih penting dalam usaha mengurangi penyakit jantung.”

”Tetapi bagaimapun juga penyakit jantung masih tetap merupakan pembunuh paling besar di Inggris. Jadi apapun yang bisa membantu untuk menghindarkan penyakit tersebut seharusnya diperhatikan.”

[bbc/www.hidayatullah.com]

Pos ini dipublikasikan di Iptek, Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s